Analisa Salah Fokus (1) : Main Pingpong

(Berhubung sudah lama ga update blog, padahal banyak kejadian sehari-hari yang menarik untuk dijurnalkan di blog ini dan banyak analisa terlalu dalam dan di luar fokus yang ada dalam pikiran saya namun sayangnya tidak terdokumentasikan, maka saya memutuskan untuk memulai seri Analisa Salah Fokus di blog saya. Harapannya semoga saat saya membaca kembali, saya teringat hal-hal yang saya diingatkan kembali, komitmenkan, yang harus ditingkatkan/diperbaiki, dan tentunya kejadian2 menarik dalam hidup saya. Belum lagi karena belum lama saya menyadari di almost 25 my age, time runs so fast! jadi sebelum saya bertambah tua dan lupa hal2 yang menyenangkan dalam hidup, lebih baik saya mengambil tindakan preventifšŸ˜€. Okay, here we go…)

___________________________________

Jadi kan ceritanya di semester ini niatnya menjaga kebugaran badan dengan berolahraga. Semester lalu olahraga juga sih, tapi karena winter (alasan sebenarnya : malas sih) jadilah olahraga kadang2 aja, lari keliling track lari 6x n main bulutangkis bareng temen2 sekelas Chinese sekali seminggu, tp cuma bertahan 2 bulan kurang haha.. Berhubung Juli kemarin dapat 2 buah raket bulutangkis dgn harga miring di forum secondhand di sini, jadilah makin meniatkan olahraga. Ditambah lagi semester ini ternyata teman2 Indonesia yang baru masuk beberapa ada yang senang main bulutangkis, maka benarlah sudah niat olahraga rutin bukan hanya ke-sw-an semata. (ada amin saudara2 ? :)) )

Jadi paling ga rencana besarnya adalah main bulutangkis seminggu sekali, ada wacana olahraga lain tapi masih wacana. Nah Tersebutlah di hari Jumat yang lalu kak Irma mengajak untuk main pingpong. Wogh, ajakan yang menggiurkan, lumayan untuk olahraga dan emang Jumat sore setelah jadwal ke dokter gigi memang kosong. Walhasil dengan semangat 45 setelah lepas jahitan operasi gigi bungsu, saya menuju ke dorm Master Putra aka BM, lokasi main pingpong. Ternyata pas tiba di lokasi cuma ada Kak Irma dan teman sejurusan kak Irma, Nhut (baca : Nyut) aka Japan aka tah apa nama benernya (org Vietnam biasanya geje namanya bagi org Indo wkwk). Jadilah beberapa menit awal melihat duel antara mereka berdua yang tidak maut karena mereka berduel bukan berduet :p

Selesai berduel tidak maut, tibalah giliran saya berduel dengan Nhut yang ternyata master pingpong (dalam hati : “suhu ajari saya!” ala pendekar kungfu). Oleh karena pingpong bagi saya adalah susah dan memang ga tau dasarnya, beberapa kali pengembalian saya gagal, dan akhirnya Nhut meminjamkan bat nya yang mihil merk “kupu2”, cem merk Y*nex lah kalo raket bulutangkis. Bat dipinjamkan dengan harapan permainan saya lebih oke. Tapi memang bukan secanggeh apapun senjatanya, semuanya bergantung padaĀ man behind the gun, so permainan saya tetap luar biasa oon nya –“. Setelah melihat keluarbinasaan permainan pingpong kami,Ā Nhut akhirnya melatih kami main pingpong. Selama 1,5 jam kami diajarin teknik memegang bat danĀ forehandĀ yang benar. Dasar karena seringnya dan tahunya main bulutangkis, yang kami lakukan adalah teknikĀ forehand alaĀ bulutangkis, yang tentunya salah besar, TING TONG!

Jadilah Nhut berulang kali ngajarin kami cara pegang bat,Ā swingĀ buatĀ forehandĀ dan juga kuda-kuda. Yah berhubung memang kemampuan motoris rada2 kurang, jadilah saya memakan waktu lama belajar T_T. Pas lagi digembleng sm si Nhut dan berkali-kali melakukan kesalahan, dalam hati mikir “Kak Irma, this is not what I signed for!” *yakali cem nulis kontrak dulu sebelum janjian mau main pingpong bareng*. Tapi beneran lah, mikirnya main ya main doang, bukan buat dilatih jadi mahir dan benar tekniknya wkwkw.. Yang bikin enggan sebenarnya kayaknya rasa malu karena lama kalipun bisa bener tekniknya! Malu sama pelatih dan kawan-kawan lain *ga ada orang lain sih selain kita bertiga :p*

Luar biasanya, walaupun kami lambat ngertinya, Nhut ini cem dosen/instruktur/guru banget lah. Benar2 memotivasi, tapi tetap tegas (gara2 salah beruntun sampai satu kali dia bilang, fotoin pas saya main, jadi tahu salahnya dimana >_<), dan pastinya sabar banget! Padahal menghadapi 2 cewek macam saya n kak Irma hahaha.. Oya selain itu arahannya juga mudah dipahami, walopun dengan bahasa Inggris logat VN yang kental xD. Saya mikirnya keknya kalo udah lulus Master, dia bener2 berbakat jadi pengajar deh. Ya mari kita doakan bersama, semangat Nhut! *cem dia notice muahaha..

Hmm, pelajaran yang bisa didapatkan apa ya..

Saat latihan pingpong ituĀ beberapa kali saya memikirkan hal2 yang salah fokus, bukan tentang teknik main pingpong sama sekaliĀ (luar biasa sekali pemikiran saya memang, sering out of focus dan menganalisis berlebihan,Ā å°äøčµ· –“).
Berikut beberapa poin yang saya ingatĀ saat :

  1. Seringkali saya berhenti belajar hal baru karena merasa sudah tua/berpengalaman. Saya belum 25 tahun plis, tp sering ngerasa I’m too old to learn something new in my life, atau mikir i’ve learnt many things in my life, I don’t need to learn other things though,Ā kasian ya pikiran saya heu. Padahal pada saat keluar dari zona ke-sudah-tahu-an dan memulai zona ke-belum-tahu-an itu sangat menantang, walaupun susah ya emang susah. Belajar hal baru itu sangat menyenangkanĀ loh, apalagi kalau sudah bisa menguasai (sedikit aja juga gapapa, lebihĀ advanceĀ lebih baik sebenarnya).
    Pas menulis ini saya terbayang beberapa hal yang harus saya pelajari lebih lagi, dan beberapa hal baru yang mungkin bisa saya coba pelajari, salah duanya adalah belajar bahasa (Inggris, Mandarin, n mungkin belajar 1 bahasa lagi) dan mengetik 10 jari (sudah dari tingkat 4 ada niat, tp sampai sekarang masih mengetik dgn 6 jari :)) )
  2. Jangan malu dan gengsi untuk belajar! Nah penyakit saya emang nih, terlalu jaim dan gengsian padahal butuh haha.. Kalau mau berhasil, lakukan dengan sungguh-sungguh dan sekuat tenaga, ga usah lihat orang lain dan ga usah memikirkan pandangan orang lain selama kamu tidak merugikan mereka! (*ngomong sama kaca*)
  3. Dari si Master Pingpong aka Nhut saya belajar lebih sabar dalam menghadapi/mengajar orang lain. Saya merasa bukan orang yang cukup sabar dan telaten memberi arahan pada orang lain. Seringkali karena tidak sabaran, saya minta tolong teman lain yang mengajar pada teman yang minta saya ajarkan >_<. Padahal kan sebenarnya saat kita mengajar orang lain, kita membantu diri kita juga ya untuk lebih mengerti. Yosh, semoga bisa saya terapkan.
  4. Tips dalam belajar hal baru : Sebenarnya lebih baik bila dalam belajar hal baru tersebut kita memiliki teman yang juga berniat belajar (niat aja cukup kok). Ada sih orang2 yang dalam belajar bisa sendiri, tapi utamanya bagi orang plegma macam saya, sangat perlu teman untuk mengajak ikutan, beraktivitas bersama, dan mengevaluasi pencapaian. Kalaupun tidak ada teman saat memulai, pastikan punya/kenal teman seperjuangan saat melakukan aktivitas tsb. Keberadaan teman menjaga motivasi diri untuk fokus dalam belajar hal baru tsb.
  5. Jangan malas! *ngomong lagi sama kaca*
    Kemalasan hanya membawa kemisikinan *ngomong lagi-lagi sama kaca*. Kemiskinan bukan cuma dalam bentuk materi, tapi ilmu, karakter, dll. So, jangan malas!

Demikianlah analisa salah fokus saya di edisi kali ini. Jangan takut/malas/gengsi/malu belajar hal baru selama itu positif dan membangun diri dan orang lain.

Salam olahraga! ^^

Tagged: , , , , , , ,

One thought on “Analisa Salah Fokus (1) : Main Pingpong

  1. kraukraukdi 7 Oktober 2013 pukul 3:36 pm Reply

    Bad Mint On! Bring it On! If you ready come and get it!
    hiduuup badminton! semoga mak Iren makin sehat yah disanašŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: