Pakaian (kerja)mu = Identitas (kerja)mu (?)

Tersebutlah di hari Senin dan Selasa akhir Juli ini saya diharuskan untuk ke Jakarta dalam rangka mengemban tugas negara yang amat penting #siapaelu. Hihi,, le to the bay, maksudnya saya ada tugas kantor ke Jakarta yang dengan tidak sengajanya bertepatan dengan pertemuan dengan pihak pemberi beasiswa saya. Yah lumayan lah kan, sekali menyelam minum fanta😀

Rencananya pertemuan dengan pihak pemberi beasiswa yang diwakili oleh Second Secretary perwakilan negara pemberi beasiswa saya (namanya Ms. Kristy) akan bertempat di salah satu gedung SCBD, di kantor beliau. Saya dan seorang teman yang juga awardee beasiswa ini datang sebelum jam yang ditentukan, sehingga harus menunggu. Tepat sesuai waktu pertemuan yang dijanjikan, datanglah Ms. Kristy dengan “oleh2” yang dia bawa dari negaranya untuk kami berdua. Ternyata berisi brosur2 tentang negaranya, termasuk sejarah terbentuknya, tempat wisata, keberhasilan negaranya, dan juga panduan wisata (ini paporit saya! haha..)

Setelah pertemuan singkat itu, saya harus mengikuti rapat dengan pemberi tugas. Namun karena pertemuannya 3 jam lagi, saya memutukan ke Mall di SCBD, yak kita singkat saja PP🙂
Mall ini elite begete sih, screening masuk aja lebih detail dari screening bandara. Setelah berkeliling mall, saya memutuskan makan siang saja untuk killing time. Setelah makan siang, saya bergegas keluar dari mall tersebut. Saat perjalanan keluar dari mall, ternyata banyak eksmud yang memasuki mall untuk makan siang; beberapa diantaranya juga ekspatriat.

Hal yang membuat saya notice sebenarnya adalah pakaian kerja yang mereka gunakan. Duile bagus2 amat yak, dan imo itu cuma bisa dibeli di representative store suatu merk tertentu atau di dept. store terkenal mahal, ya metro atau sogo lah ya.. Harganya? ehmm,, mahal lah menurut ukuran saya (saya ga mengikuti mode sih, tapi kalau barang2 branded lumayan tau lah, haha..)

Trus mikir2 lagi kan sepanjang perjalanan, orang2 ini digaji berapa yak? Semoga  gajinya ga habis buat penampilan dan makan siang di PP :))
Tapi setelah dipikir2 lagi sih ya, secara SCBD itu pusat perekonomian, banyak ekspatriat kerja di sana, biaya sewa kantornya mahal, kantor-kantor yang disana pun memang banyakyang costumer based (oh ya, bursa efek juga disana), mereka akan sering ketemuan dengan client penting. Lah kalo pakaiannya seadanya dan sederhana aja jangan2 bisa pengaruhin kontrak dong ya, hehe..

Setelah dari SCBD, saya ke arah Blok M, ke kantor pusat salah satu kementrian strategis di Indonesia. Pemandangannya langsung beda, kalau di SCBD orang2nya rapi jali, necis dan branded, di kementrian ini orang-orangnya rapi juga sih, tapi biasa aja, istirahat siang juga pada pake sendal jepit ke luar kantor (dan di dalam kantor, beberapa kali saya dapati seperti itu) >_<.

Well setelah dipikir2, tempat kerja dan suasana kerja juga menentukan what to wear di kantor ya. Kalau lingkungan kerja se-formal kantor2 di SCBD sih, ya wajar lah pake pakaian rapi serapi2nya, mahal semahal2nya :)); kalau di kementrian, ya imo asal jangan pake sandal jepit lah ya kalo ketemu rekanan hehe..
Nah, kalo konsultan kayak saya? Pake baju kerja biasa ajah, mirip2 pemberi tugas juga gpp, malahan aneh sih kalo kemahalan bajunya #alasan. Tapi paling enak kalo jadi konsultan bagi saya, bisa pake jeans kalo kerja (tapi ga sama kaos loh), yaiyalah kalo ke lapangan gimana mau pake celana kain kan? hehe..

Intinya dari semua ketidakfokusan tulisan ini sih, sebagai profesional, apapun profesi kamu, pakai pakaian yang menunjukkan identitas kamu dan menimbulkan respect dari lingkungan pekerjaanmu🙂 (jangan pakai sendal jepit plis, walopun mungkin menurut sebagian orang membuat kantor berasa rumah adalah baik :p)

Semoga bermanfaat! back to work😀

Tagged: , , , ,

4 thoughts on “Pakaian (kerja)mu = Identitas (kerja)mu (?)

  1. gracet12n 15 Agustus 2012 pukul 11:03 am Reply

    sip..sip.. setuju2.. mari kita pake baju masing2..hahahaha

  2. yanes 25 Agustus 2012 pukul 5:52 am Reply

    Benar….kek awak, pake helm keras berlogo perusahaan, coverall oranye yang menyilaukan (dan tetap menyala di kegelapan malam), dan sepatu keras juga yang tak mempan kalo ditimpa logam puluhan kilogram. Lucu juga ya kalo dengan pakaian seperti ini ke SCBD sana, wkwkwkwkwk

    • laifofairin 28 Agustus 2012 pukul 8:42 am Reply

      ya kaliii nes.. kalo mau kesana ganti baju dulu, beli baju aja dl di PP, mampu ini.. haha

  3. yanes 9 September 2012 pukul 10:59 pm Reply

    bah….kan substansinya kesesuaian “pakaian” dengan “pekerjaan”, geez…kadang ngiri juga sih liat kawan2 yang berdasi dan jas dengan sepatu mengkilapnya, yang kadang lupa arti “kotor” krn ladangnya bahkan tak pernah disentuh debu….

    one day…;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: