Pengalaman Makan Memakan di Bandung

Sesuai judulnya, saya mau share sedikit tentang makanan2 yang sudah pernah saya cobian di Bandung ini selama kurang lebih 6 tahun menjadi penghuninya😀

Well, karena pada dasarnya saya orangnya suka makan dan senang sekali berwisata kuliner, seringkali teman2 saya bertanya mengenai hal makan-memakan enak ini pada saya, bahkan kadang saya ikutan mereka berwisata kuliner juga. Daaann, bukan namanya Bandung kalau bukan penuh dengan makanan, baik makanan yang “just the way it is” atau makanan yang udah dimodifikasi sedemikian hingga. Tidak semua dari makanan ini enak menurut saya, tapi buat info aja sih ke depannya, haha.. Sebelumnya, perlu dijelaskan bahwa standar enak saya = lezat, penyajian oke, bentuk menarik, bersih penyajiannya, sesuai harganya (murah atau mahal ya tergantung kualitas dan kuantitasnya), daaan banyak pengunjungnya, aka terkenal😀

Mari kita mulai satu per satu.

1. Makanan khas Bandung,

pasti pada lumayan fasih lah ya, ada cireng (aci digoreng), cilok (aci dicolok), cimol (aci diemol), batagor (baso tahu goreng), siomay, cuanki, baso tahu, mie kocok (saya tidak sukaaa, tidak akan saya bahas :P), peuyeum, apalagi ya?

okeh, ini tempatnya :

cireng yang enak itu di penjual yang jualan di samping Masjid Salman ITB, Jl Ganesha. Harganya seribuan setahu saya, isinya macam2, ada keju, daging, kacang, dll. trus ada juga Cireng Setiabudi, di samping Kantor Pos Cipaganti, dekat SPBU setiabudi. Harganya 3ribuan, beda2 tiap jenis cirengnya

cilok, pastinya Cilok Cipaganti, penjualnya ada di sebelum Borma Setiabudi, dekat pertigaan setiabudi-sukajadi. Ciloknya bisa goreng, bisa kukus dengan bumbu kering (macam bumbu indomie dan lada gitu) dan bumbu basah (bumbu kacang). Rasanya enaaaaak :9 (bahkan saya promosi ke teman2 kalau ini adalah cilok terenak di Bandung, haha)

batagor. Banyak sih yang jualan batagor, dan enak2, yah tergantung harga. Kalau mau range 3ribuan seporsi ada di gerbang belakang ITB, kadang mangkal di sabuga juga tuh. Kalau lebih mahal dikit ada di simpang dago, saya biasanya di BSD (Batagor Simpang Dago), rasanya lumayan, harganya sebiji 2ribu. Waktu itu pernah dibawain teman saya batagor dari dekat kosannya di Kebon Bibit, ya daerah Tamansari yang ke arah Kebon Bibit itu ada penjual batagor enak (bumbunya lebih enak daripada BSD menurut saya). Trus yang muahalll (6ribu sebiji) ada di Batagor Kingsley :)) Kadang disuruh bawain sodara di Jakarta. Saya aja ampe bingung kenapa mahal gitu, tapi ya emang enak sih, ikannya kerasa! Batagor Kingsley ada di Jl. Veteran, ga tau nomor berapa tanyakeun wae lah sama orang2 sekitar situ, pasti pada tahu😀

2. Makanan khas Makassar yang ada di Bandung

Well, sebagai perantau, tentu saja nyari makanan yang mirip2 dari kampung halaman. Syukurnya di Bandung lumayanlah penjual makanan khas Makassar, walopun ga mirip2 amat rasanya :))

RM Sulawesi, di Jl, Setiabudi seberang Plaza Setiabudi, sebelum Rumah Mode. Di RM Sulawesi ini ada berbagai macam ikan, coto Makassar, Konro, pallu basa, pisang ijo, dan makanan2 Makassar lainnya. Ga sepenuhnya citarasa Makassar sebenarnya, karena ada citarasa Manado juga. Harganya lumayan premium (waktu tahun 2007 kesana, coto-nya 18ribu), tempatnya luas, 2 lantai gitu. Kesana jg kalo ada orangtua kok, hahha..

Sop Konro Marannu, di Jl. RE Martadinata aka Riau (ujung Riau sih, udah dekat ke arah Jl. Laswi) Menu andalannya konro bakar (enaaakkk, macam iga bakar, tapi beda) harganya 30ribuan. Selain itu ada coto, mie kering (cuma tersedia di sore-malam), pisang ijo, dll. Coto dan mie keringnya biasa aja menurut saya, kurang Makassar, hehe.. tapi kalo mau  nyoba sok aja.

Coto Daeng Tata, Jl. Setiabudi (dekan Enhai) Menunya sama2 aja dengan RM citarasa Makassar lainnya, tapi menurut saya ini yang paling mendekati rasa aslinya. Teman2 saya yang bukan orang Makassar juga pada suka, utamanya konro bakar, coto, nasi goreng merah, sama pallu butung-nya😀. Saya juga sukaaaaa.. harganya rata2 belasan ribu (kecuali konro bakar yang 30ribuan)

RM Baji Minasa, Jl. Dipatiukur, dekat SPBU Dipatiukur. RM baru nih, karena penasaran, saya cobalah. Di daftar menu ternyata macam2 jenis makanannya, ada nyuknyang (bakso khas Makassar) juga. Tapi rasanya biasa aja menurut saya, tapi ya sesuai dengan harganya yang ga mahal2 amat (nyuknyang-nya 10ribu).

3. Makanan Non Halal

–> mengandung Babi Mohon maaf sebelumnya ya..

Okeh, di Bandung ga se-terlokalisasi masalah makanan non halal-nya (ada di daerah2 tertentu saja, misal di pecinan), well di Bandung di daerah Cibadak iya sih, tapi banyak yang tersebar dan tersembunyi malah.

Gang sempit. di Jl. Jend. Sudirman 29. Disebut gang sempit karena emang sempit jalan masuknya (ga masuk gang, tapi RM ini punya pintu yang kecil), ga ada plang nama, dan kelihatan tertutup gitu. Kalau dari arah Pasar Baru, lurus aja, sampai Jl. Sudirman, belok kanan dikit, dekat2 toko obat ada si gang sempit ini. Masakan andalannya ya Chinese Food; ada babi kecap, kwetiau goreng, swike, capcai, dll. Perhatian : menu yang disajikan adalah menu keluarga, jadi mending bareng teman2 ya makannya.. ajak saya boleehhh

RM Legoh, Jl. Sultan Agung, depan SMA Aloysius. Tempatnya di “parkiran” distro gitu. Makanannya bercitarasa Manado (makanya kalau pesan “rica” disini, menurut saya lumayan mendekati dengan aslinya”. Karena Legoh juga menjual menu halal, biasanya pas datang, pengunjungntuk menu non halal, bilang aja minta “menu kecil”😀

Daerah Unpar or Universitas Maranatha. Banyak dan bervariasi😀, silakan cari2 aja ya, bisa di sentra kampus unpar, di inti laut maranatha, dll. Banyak kok sekitarannya😀

– Aceh. Chinese Food gt, lupa nama RM sebenernya. Pokonya tenda gitu, di depan gedung DPRD jalan merdeka (tapi yang simpang Jalan Aceh). Nah, sekarang udah pindah ke tempat tetap gitu, katanya deket sih, tanyain aja orang2 sekitar sana, biasanya tau (udah lama ga kesini, maaf)

– Po Ka Tiam, Chinese food tapi lebih ke peranakan gitu kali yak. Adanya di Jl . Pasir Kaliki, dari IP, turun lagi setelah lampu merah. Makanannya enak2 loh disini, recommended kalo menurut saya mah. Yang udah saya coba dan enak itu kwetiau goreng, bakmie charsiu (daging merah), pancake durian (must try), nasi hainan (andalan RM ini). Pengen nyoba yang lain lagi sih, kata temen Bali Ribs nya enak! Tapi mahal, 60 rb, haha.. Selain Bali Ribs, harga yang lain menurut saya normal kok, makanannya 20-30ribuan, sama aja kalo ke tempat makan Chinese food pinggir jalan. Mending ke po ka tiam sih, suasananya enakeun😀

– Lapo . Bisa di Lima serangkai (Jl. Suci) atau di deket Kantor Telkom. Tapi kata temen2 sih yang enak di Lima serangkai. Menurut saya? keknya sama aja –” maklum bukan penikmat BPK, tapi kalo ditraktir boleh laaah😀

Masih banyak euy, tapi capek nulisnya hehe,,

Kapan2 saya lanjutkan lagi😀
Terima kasih, semoga membantu infonya yaa !

Tagged: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: