Pergumulan

Bah, berat kali bahasannya🙂

Yep2, mau ga mau dalam beberapa jam kemudian harus menyiapkan materi tentang hal ini di WM *weekly meeting.
Sebenarnya susah2 gampang sih, karena saya sendiri sedang berada dalam hal ini. Apa yang saya bisa bagikan ya??

Katanya sih, orang bergumul karena ada persoalan tapi ga semuanya ngebawa persoalan yang dihadapi untuk serius dipikirkan, didoakan, dan dicari jalan keluarnya. Ini yang namanya “Bergumul”.

Berkebalikan, ada beberapa hal yang menyimpang dari cara menyelesaikan masalah ini, antara lain :

Orang2 yang hanya merasa punya masalah, namun dengan tindakan yang hanya menggembar-gemborkan bahwa Ia punya masalah dan SEMUA orang harus tahu bahwa dia sedang ada masalah, ya itu namanya galau! 

Ada juga orang yang punya masalah, tapi ga merasa masalah itu harus dibereskan dan bisa beres sendiri –> ini namanya orang cuek .

Kalau orang yang punya masalah, tapi cara menyelesaikannya dengan nyari penyelesaian masalah sementara dengan kecanduan, dengan pesta pora, dengan drugs bahkan –> namanya pengecut! ga berani menghadapi kenyataan.

Tapi ada juga orang yang punya masalah, dan berusaha untuk menyelesaikan masalahnya dengan pengertiannya sendiri dan berdasarkan untung-rugi yang akan dihadapinya –> ini termasuk orang rasional, namun bukan orang yang mengenal Tuhan *sorry to say.

-Sementara nulis kayak gini, nah kan  jadi terinsipirasi buat status fb-

“Each person always have (a) problem(s); yet not all of us strong enough to struggle and find the best solution according to our Creator desires; even to bear its consequences.”

Penegasan di awal2 lagi sih seperti apa itu bergumul. Yep, mau/tidaknya bergumul adalah masalah mau/tidak menyerahkan diri pada kehendak Allah, dan “disetir” setiap kehendaknya. Bukan kehendakku namun kehendakMU yang jadi *seriusan, ini lebih gampang nulisnya daripada ngelakuinnya*

Orang-orang yang mau bergumul sebenarnya adalah orang-orang yang sedang terus menerus mencari kehendak Tuhan dalam hidupnya, yang mengasihi Tuhan dan mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Ga ada tuh orang yang bergumul hanya untuk kepentingannya sendiri, kan kalo buat sendiri mah gampang aja ngambil keputusannya, cukup plus minus-nya dimana, lebih nguntungin yang mana, yowis ambil lah keputusan itu.

Tapiiii, bedanya dengan orang yang sudah mengenal Tuhan, masalahnya bukan lagi segampang nyari positif negatifnya, tapi si Bos Besar maunya apaa? Keputusan yang diambil bakal menyenangkan Dia ga ya? udah sesuai kehendak Dia ga ya? atau jangan2 ada yang salah nih, hemmm heemmm..

Kemudian muncul-lah pertanyaan, bergumul perlu berapa lama ya? kapan tahu benar2 bahwa udah sesuai keputusan yang kita ambil ? apa “tandanya” kita bergumul dengan berhasil ? waktu bergumul harus ngapain ajaa? dll dst dsb.

Mari dijawab di WM nanti sore pukul 15.00 WIB di Sekre, Jl. Boscha🙂

*nanti saya update deh jawaban2nya di blog ini, hehe..

His will, not my will. And whatever His will is, He is still Good for me and you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: