The Rock Solid Bible

Last Sunday Pastor Chris in CICF share this video. A video of 14 years old speech, Douglas Nichols, in a speech tournament at Faith Academy in the Philippines.

The speech is really well spoken, not just because of his outstanding deliverance but also for the content itself. It is really impressive, an eye opener for Non Christians or a faith strengthener for Christians themselves. It state the unmovable, unshakable truth of bible. It shows the authority of bible. Yeah, the bible. The most best seller, as yet the most criticize and questionable book in the world🙂

You can directly click on the video to listen to the speech, or you can read the transcript of the speech below.

The Rock Solid Bible

The reason most people don’t believe this book is not because it contradicts itself, but because it contradicts them.
It’s not that they can’t believe it, it’s that they won’t. Because in a world obsessed with equality, this book speaks with authority.

In a generation content with naturalistic explanations, this books affirms supernatural realities.
In a society stuck on relativity this book is full of absolutes.
In a civilization captivated by sensuality, this book esteems purity.
In a culture infatuated with self-discovery and self-fulfillment, this book calls for self-denial and self-sacrifice.
In a time when we’re taught that all roads lead to heaven, this book says no one gets to heaven without Jesus.

This book tells the truth – the truth about life and death, heaven and hell, right and wrong, Savior and sinners.
Thousands of characters, hundreds of stories, but one unmistakably clear message : the redemption of fallen humanity, through Jesus Christ, for the Glory of God.

The stories in this book might surprise you – a man kills his brother and a father his son; shepherds become kings and kings become criminals; the righteous are rebuked but prostitutes are forgiven; sinners live but the Savior dies.

It’s not diplomatic, it’s not discreet.
It’s not irrelevant and it’s not incorrect.
It’s not trivial and it’s not hollow.

It is holy and righteous.
It is good and true.
It is powerful and pure.
It is sweeter than honey and finer than gold.

It’s a map that leads you through great storm of life.
It’s a lamp that gives light amidst blinding darkness.
It’s a mirror who tells you who you really are.
It’s a sword that cuts deep into your guilty conscience.
It’s a hammer that breaks your heart to pieces.
And it’s the glue that puts it back together, better than before.

The Law of the Lord is perfect, reviving the soul.
The statutes of the Lord are trustworthy, making wise the simple.
The precepts of the Lord are right, giving joy to the heart.

The Rock Solid Bible.
Stand firm on its foundation.
Walk in its paths.
Tweet it. Share it. Blog it. Spread it.
Unshakable, unwavering, rock solid truth.

The Rock Solid Bible.
Read the stories, study the teachings, share the blessings, believe the prophecies, quote the promises, and apply the wisdom.

The Rock Solid Bible.
Make it your holy addiction.
Make it your sacred obsession.
Make it your sanctified passion.

The Rock Solid Bible.
Don’t twist the words.
Don’t neglect it’s strength.
Don’t presume it’s just words on a page for ancient people long dead.

Know the word of God is living and active. Here and now.
And if you’re spiritually dead, it will bring you to life.

Amen!

Be blessed everyone!

Analisa Salah Fokus (1) : Main Pingpong

(Berhubung sudah lama ga update blog, padahal banyak kejadian sehari-hari yang menarik untuk dijurnalkan di blog ini dan banyak analisa terlalu dalam dan di luar fokus yang ada dalam pikiran saya namun sayangnya tidak terdokumentasikan, maka saya memutuskan untuk memulai seri Analisa Salah Fokus di blog saya. Harapannya semoga saat saya membaca kembali, saya teringat hal-hal yang saya diingatkan kembali, komitmenkan, yang harus ditingkatkan/diperbaiki, dan tentunya kejadian2 menarik dalam hidup saya. Belum lagi karena belum lama saya menyadari di almost 25 my age, time runs so fast! jadi sebelum saya bertambah tua dan lupa hal2 yang menyenangkan dalam hidup, lebih baik saya mengambil tindakan preventif😀. Okay, here we go…)

___________________________________

Jadi kan ceritanya di semester ini niatnya menjaga kebugaran badan dengan berolahraga. Semester lalu olahraga juga sih, tapi karena winter (alasan sebenarnya : malas sih) jadilah olahraga kadang2 aja, lari keliling track lari 6x n main bulutangkis bareng temen2 sekelas Chinese sekali seminggu, tp cuma bertahan 2 bulan kurang haha.. Berhubung Juli kemarin dapat 2 buah raket bulutangkis dgn harga miring di forum secondhand di sini, jadilah makin meniatkan olahraga. Ditambah lagi semester ini ternyata teman2 Indonesia yang baru masuk beberapa ada yang senang main bulutangkis, maka benarlah sudah niat olahraga rutin bukan hanya ke-sw-an semata. (ada amin saudara2 ? :)) )

Jadi paling ga rencana besarnya adalah main bulutangkis seminggu sekali, ada wacana olahraga lain tapi masih wacana. Nah Tersebutlah di hari Jumat yang lalu kak Irma mengajak untuk main pingpong. Wogh, ajakan yang menggiurkan, lumayan untuk olahraga dan emang Jumat sore setelah jadwal ke dokter gigi memang kosong. Walhasil dengan semangat 45 setelah lepas jahitan operasi gigi bungsu, saya menuju ke dorm Master Putra aka BM, lokasi main pingpong. Ternyata pas tiba di lokasi cuma ada Kak Irma dan teman sejurusan kak Irma, Nhut (baca : Nyut) aka Japan aka tah apa nama benernya (org Vietnam biasanya geje namanya bagi org Indo wkwk). Jadilah beberapa menit awal melihat duel antara mereka berdua yang tidak maut karena mereka berduel bukan berduet :p

Selesai berduel tidak maut, tibalah giliran saya berduel dengan Nhut yang ternyata master pingpong (dalam hati : “suhu ajari saya!” ala pendekar kungfu). Oleh karena pingpong bagi saya adalah susah dan memang ga tau dasarnya, beberapa kali pengembalian saya gagal, dan akhirnya Nhut meminjamkan bat nya yang mihil merk “kupu2”, cem merk Y*nex lah kalo raket bulutangkis. Bat dipinjamkan dengan harapan permainan saya lebih oke. Tapi memang bukan secanggeh apapun senjatanya, semuanya bergantung pada man behind the gun, so permainan saya tetap luar biasa oon nya –“. Setelah melihat keluarbinasaan permainan pingpong kami, Nhut akhirnya melatih kami main pingpong. Selama 1,5 jam kami diajarin teknik memegang bat dan forehand yang benar. Dasar karena seringnya dan tahunya main bulutangkis, yang kami lakukan adalah teknik forehand ala bulutangkis, yang tentunya salah besar, TING TONG!

Jadilah Nhut berulang kali ngajarin kami cara pegang batswing buat forehand dan juga kuda-kuda. Yah berhubung memang kemampuan motoris rada2 kurang, jadilah saya memakan waktu lama belajar T_T. Pas lagi digembleng sm si Nhut dan berkali-kali melakukan kesalahan, dalam hati mikir “Kak Irma, this is not what I signed for!” *yakali cem nulis kontrak dulu sebelum janjian mau main pingpong bareng*. Tapi beneran lah, mikirnya main ya main doang, bukan buat dilatih jadi mahir dan benar tekniknya wkwkw.. Yang bikin enggan sebenarnya kayaknya rasa malu karena lama kalipun bisa bener tekniknya! Malu sama pelatih dan kawan-kawan lain *ga ada orang lain sih selain kita bertiga :p*

Luar biasanya, walaupun kami lambat ngertinya, Nhut ini cem dosen/instruktur/guru banget lah. Benar2 memotivasi, tapi tetap tegas (gara2 salah beruntun sampai satu kali dia bilang, fotoin pas saya main, jadi tahu salahnya dimana >_<), dan pastinya sabar banget! Padahal menghadapi 2 cewek macam saya n kak Irma hahaha.. Oya selain itu arahannya juga mudah dipahami, walopun dengan bahasa Inggris logat VN yang kental xD. Saya mikirnya keknya kalo udah lulus Master, dia bener2 berbakat jadi pengajar deh. Ya mari kita doakan bersama, semangat Nhut! *cem dia notice muahaha..

Hmm, pelajaran yang bisa didapatkan apa ya..

Saat latihan pingpong itu beberapa kali saya memikirkan hal2 yang salah fokus, bukan tentang teknik main pingpong sama sekali (luar biasa sekali pemikiran saya memang, sering out of focus dan menganalisis berlebihan, 對不起 –“).
Berikut beberapa poin yang saya ingat saat :

  1. Seringkali saya berhenti belajar hal baru karena merasa sudah tua/berpengalaman. Saya belum 25 tahun plis, tp sering ngerasa I’m too old to learn something new in my life, atau mikir i’ve learnt many things in my life, I don’t need to learn other things though, kasian ya pikiran saya heu. Padahal pada saat keluar dari zona ke-sudah-tahu-an dan memulai zona ke-belum-tahu-an itu sangat menantang, walaupun susah ya emang susah. Belajar hal baru itu sangat menyenangkan loh, apalagi kalau sudah bisa menguasai (sedikit aja juga gapapa, lebih advance lebih baik sebenarnya).
    Pas menulis ini saya terbayang beberapa hal yang harus saya pelajari lebih lagi, dan beberapa hal baru yang mungkin bisa saya coba pelajari, salah duanya adalah belajar bahasa (Inggris, Mandarin, n mungkin belajar 1 bahasa lagi) dan mengetik 10 jari (sudah dari tingkat 4 ada niat, tp sampai sekarang masih mengetik dgn 6 jari :)) )
  2. Jangan malu dan gengsi untuk belajar! Nah penyakit saya emang nih, terlalu jaim dan gengsian padahal butuh haha.. Kalau mau berhasil, lakukan dengan sungguh-sungguh dan sekuat tenaga, ga usah lihat orang lain dan ga usah memikirkan pandangan orang lain selama kamu tidak merugikan mereka! (*ngomong sama kaca*)
  3. Dari si Master Pingpong aka Nhut saya belajar lebih sabar dalam menghadapi/mengajar orang lain. Saya merasa bukan orang yang cukup sabar dan telaten memberi arahan pada orang lain. Seringkali karena tidak sabaran, saya minta tolong teman lain yang mengajar pada teman yang minta saya ajarkan >_<. Padahal kan sebenarnya saat kita mengajar orang lain, kita membantu diri kita juga ya untuk lebih mengerti. Yosh, semoga bisa saya terapkan.
  4. Tips dalam belajar hal baru : Sebenarnya lebih baik bila dalam belajar hal baru tersebut kita memiliki teman yang juga berniat belajar (niat aja cukup kok). Ada sih orang2 yang dalam belajar bisa sendiri, tapi utamanya bagi orang plegma macam saya, sangat perlu teman untuk mengajak ikutan, beraktivitas bersama, dan mengevaluasi pencapaian. Kalaupun tidak ada teman saat memulai, pastikan punya/kenal teman seperjuangan saat melakukan aktivitas tsb. Keberadaan teman menjaga motivasi diri untuk fokus dalam belajar hal baru tsb.
  5. Jangan malas! *ngomong lagi sama kaca*
    Kemalasan hanya membawa kemisikinan *ngomong lagi-lagi sama kaca*. Kemiskinan bukan cuma dalam bentuk materi, tapi ilmu, karakter, dll. So, jangan malas!

Demikianlah analisa salah fokus saya di edisi kali ini. Jangan takut/malas/gengsi/malu belajar hal baru selama itu positif dan membangun diri dan orang lain.

Salam olahraga! ^^

Masa Sulit dan Kasih Karunia

Baru saja saya membaca berita, ternyata anak Pastor Rick Warren (penulis buku Purpose Driven Life, yang mendoakan Obama waktu inaugurasi Obama sebagai presiden AS) tanggal 5 April lalu ditemukan bunuh diri di rumahnya dengan cara menembak dirinya sendiri (link).
Berita yang mengagetkan, menyedihkan, dan membuat bertanya-tanya.

Anak pendeta kenamaan, bunuh diri (?) karena sakit jiwa (??)What ? Bapaknya yang nulis buku mengenai untuk apa kamu ada di dunia coba, kok anaknya malah mengambil jalan pintas dan menyia-nyiakan hidup ?
Mungkin itu tanggapan yang umum setelah membaca berita ini, disamping tentunya ucapan berbela sungkawa untuk Pastor Rick Warren dan keluarga.

Bagi saya sendiri, hal ini mengingatkan cerita Pastor di gereja saya hari Minggu lalu mengenai depresi atau kesedihan yang mendalam yang sedang dia alami. Beliau juga menceritakan bagaimana dalam masa-masa depresinya dia senang membaca kesaksian dari orang yang pun mengalami hal yang sama, salah satunya buku tulisan Charles Spurgeon.
Siapa yang sangka, Charles Spurgeon, penginjil dan penulis luar biasa di zamannya ternyata dalam salah satu bukunya bercerita tentang depresi berat yang dia alami selama jangka waktu yang lama, dan sementara itu dia tetap harus melayani banyak orang, harus menyampaikan Firman Tuhan, harus menghibur orang lain, sementara dia sendiri masih dalam depresi berat.

Siapa yang sangka juga Pastor seterkenal Rick Warren, yang berelasi dengan banyak orang terkenal, yang memberi 90% dari penghasilan penjualan bukunya untuk pekerjaan Tuhan, penuh dengan kutipan2 motivasi, ternyata dalam kesedihan yang mendalam karena penyakit jiwa anaknya, dan apalagi ternyata anaknya memutuskan bunuh diri? Tragis!

Saya selalu teringat dengan kata2 Pastor saya, kalau Hamba Tuhan hanyalah manusia biasa, pengajarannya harus terus dikonfirmasi dengan kebenaran Firman Tuhan, hidupnya ada kalanya tidak berpadanan dengan Firman, masalah yang dihadapinya adalah sama dengan masalah yang dihadapi jemaat yang dilayaninya, mereka juga tertekan, mereka juga pernah putus asa, in short, they ain’t no superman!

Kalau mau ditarik ke cerita2 di alkitab, bahkan setiap nabi, rasul, dan orang-orang yang diperkenankan Tuhan, toh tetap punya kecenderungan berdosa, jatuh dalam dosa yang sama dengan orang-orang pada umumnya, masalah yang dihadapi pun sama, ketakutan, kekuatiran, ketidakpercayaan, ketidaksetiaan, dsb. Nabi Musa tidak bisa menginjak tanah perjanjian karena ketidaktaatannya (Bil 20:7-13), Raja Daud yang terkenal dan luar biasa intim sama Tuhan jatuh dalam dosa perzinahan dengan tante Betsyeba nan cantik jelita yang kamar mandinya deket istana raja –” ; Nabi Elia yang kabur ke padang gurun lari dan akhirnya bersembunyi di sebuah gua di gunung Horeb karena ketakutan mau dibunuh tante Izebel nan jahat; Ayub yang dalam semalam hartanya dan anak2nya habis luluh lantak, bahkan jadi kena penyakit menjijikkan; Rasul Petrus yang karena sangat takut dikaitkan dan akan bernasib sama dengan Kristus akhirnya menyangkal Kristus, dlsb.

Alkitab seringkali mengisahkan bahkan orang2 yang dianggap suci sekalipun, tetap akan mengalami masalah (yang bisa saja memimpin pada depresi, kesedihan, keputus-asaan), tetap akan mengalami titik nadir dalam hidup, tetap akan mengalami hal yang paling tidak diduga dan tidak mengenakkan dalam hidup, tidak ada perbedaan dengan orang-orang lain.
Alkitab dengan berani dan tidak menutup-nutupi kekurangan tokoh-tokoh yang diceritakan di dalamnya, sekalipun tokoh tersebut adalah tokoh “protagonis”. They all have their own flaws, of course except Jesus.

Mengapa demikian ? untuk menujukkan bahwa semua manusia sesuci apapun, tetap adalah terbuat dari daging yang mengikuti keinginan daging, punya natur dosa. Tidak ada satu manusia pun yang terlepas dari dosa dan konsekuensinya = maut, dan dengan usaha sendiri pastinya tidak bisa lepas, that’s why we need God’s grace. Bukan karena usaha kita sendiri, bukan karena pekerjaan kita sendiri, tapi karena kasih karunia.

Pun kasih karunia ini yang menjadi jawaban dari premis2 mengenai orang-orang pilihan Tuhan yang hidupnya juga sama dengan manusia biasa seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya. Kasih karunia yang membuat orang percaya tetap berharap di masa susah, kasih karunia yang terus menguatkan hati setiap orang percaya untuk terus melayani walaupun keadaan sulit dan berbahaya, kasih karunia yang terus menghibur hati orang percaya di tengah kesesakan dan ketidakadilan, kasih karunia yang membuat orang percaya tetap berharap walaupun dengan hal tsb adalah mustahil bagi manusia, kasih karunia yang mengampuni dan menghapuskan dosa, kasih karunia yang terus meneriakkan jangan menyerah pada iman tiap orang percaya, kasih karunia yang memampukan orang percaya untuk melakukan kehendak Tuhan, dan kasih karunia yang melayakkan dan membenarkan pendosa untuk boleh bersama-sama dengan Allah di akhir nanti.

Ya, di masa sulit, selalu ada kasih karunia Kristus bagi setiap orang yang percaya!

Adapun terkait dengan masa-masa sulit yang dihadapi para Hamba Tuhan tsb, mari kita berdoa untuk mereka agar terus berpegang pada kasih karunia, terus fokus dalam visi yang diberikan Tuhan pada mereka, terus berakar, bertumbuh, dan berbuah, dan berdoa Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi mereka untuk mengerjakan tugas dan panggilannya.

Saat menulis ini saya teringat bagian Firman ini, saya pikir tepat sekali menggambarkan bagaimana dalam masa sulit sekalipun, kita harus tetap bersukacita dalam Tuhan. Well, bukan hal yang mudah memang. Mari belajar bersama-sama🙂
Kasih Kristus menyertai!

Habakuk 3:17-19
3:17Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. 

-Soli Deo Gloria-

Si Enam Huruf, 怎麼辦?

Sebagai mahasiswa studi lanjut, aka Master Student, yang namanya si 6 huruf sakti (clue : sama dengan si 2 huruf sakti pas S1, nah dah tau kan skrg? hoho ) selalu bikin runyam, ribet, mules, dag-dig-dug, tralala trilili lah pokoknya. Well mungkin ga semuanya sih mahasiswa kayak gt, tapi so far sepenglihatan saya dari teman2 senasib seperjuangan, ataupun yang senasib tapi ga seperjuangan, tetap aja masalahnya ya ujug2 6 fonts-dare-not-to-be-mentioned itu. Kalau pas kuliah undergrad kan “enak” tuh, masa persiapan buat si 2 huruf ada sekitar 3 tahun, kalau studi lanjut? hmm, harus dipikirkan sedini mungkin dok! *cem iklan KB –”

Studi Master degree biasanya 2 tahun (research based) dan persiapan buat si 6 huruf (untuk selanjutnya tetap disebut “6huruf”-red) dimulai sedari awal perkuliahan. Biasanya sebelum apply studi lanjut, universitas meminta requirement untuk menyertakan study plan atau bahkan sekalian research plan. Badanya apa? biasanya study plan lebih mengacu ke hal2 yang ingin kamu pelajari, ya umum aja sih, misal mata kuliahnya, fokus penelitian kamu secara singkat, bahkan bisa aja ceritain motivasi sampingan kamu buat studi lanjut (misal memperluas wawasan, belajar budaya dan disiplin negara tujuan, alih teknologi, dll); nah kalau research plan, rencana penelitian secara detil, macam proposal penelitian, dari background, tujuan, metodologi, expected result, timeline, dll.

Oleh karena itu, pas udah enroll di grad school, dah ga ada alasan lagi sih masih belum tau mau ngapain, planga-plongo, ga harus clear banget emg, ya tapi ga blur2 amat lah. Jujur, saya jarang menemukan sih teman yang studi lanjut dan malah ga tau kenapa enroll di bidang tertentu dan ga tahu mau ngapain ke depannya di grad school.

Saya sendiri? Hmm, sedari awal mau studi lanjut udah kebayang sih mau ngapain aja, mau belajar apa aja, mau riset khususnya tentang apa. The problem is, I feel I hit a wall.
Kenapa ? Rencana riset saya ternyata setelah dikaji lagi, masih belum memungkinkan untuk saya lakukan, selain itu, ternyata saya terhowda (tergoda-red) dengan hal lain yang saya temui menarik. Yes, thanks to dosen2 saya disini yg “ngeracunin” tema2 menarik dan patut dipertimbangkan jadi topik si 6huruf –”
Topik besar saya tetap sih, solid waste (dan anehnya emang ga ada kepikiran sama sekali buat beralih, hahay :p); tapiiii fokusnya asa2nya pengen berubah, tapi apa ya??? Makin baca paper2 malah makin luar biasa pengen ini-itu >_<

Semester awal kuliah kemarin saya sudah punya advisor, tapi beliau “baik” banget dan “menyuruh” saya leyeh2 dengan hanya bimbingan 1 jam dalam 2 minggu, tanpa beban paper bejibun. Blessing in disguise kalau dipikir2. Beliau memang bilang “Tenang aja, semester ini kamu bisa pikirin dulu judul 6huruf kamu, semester depan kita mulai.” (perkataan beliau sudah dialihterjemahkan secara bebas sebebas2nya -red).

Maka tibalah kita di semester depan, yang adalah semester ini untuk memutuskan. Dan ternyata saya masih ragu. Duh emanglah ya, nentuin tema khusus si 6huruf aja udah cem milih TH kan! #eh

I still have no idea, zhen de! Kiye zhenme ban? (bahasa planet-hiraukan)

Besok semoga bisa ketemu Profesor buat minta tanda tangan persetujuan utang, eh persetujuan topik n jadi advisor secara resmi. Hmm, saya pikir kyknya nulis topik besar ajalah ya dulu di lembar persetujuan tsb, selambat-lambatnya sebelum mid-term ini semoga saya sudah mendapatkan ilham mau dibawa kemana si 6huruf. Semoga pas mau nulis blog baru lagi dan melihat postingan ini, akhirnya pertanyaan terbesar saya saat ini terjawab. And everyone says : “AMEN”!😀

Tolong dibawa dalam doa juga pengyou2 yang disana disini, dimana2….

(ini nulisnya dah cem orang rada2, mohon maaf atas kegejean tulisan ini, semoga pembaca mengerti maksud saya. Kalaupun geje, gak usah protes yak, kondisi under pressure memang menimbulkan potensi diri seseorang #ngarangdanngasal, oh iya lah blog punya ijk juga gapapa lah yaaa :p)

-Yow, be blessed!-

Cerita dari Kuliah yang (seringkali) Tidak Biasa

Semester ini saya lagi2 mengambil mata kuliah statistik, hanya saja di semester spring ini statistiknya lebih ke practical, yakni dalam quality control. Nah, seperti biasa dosen yang mengajar adalah dosen yang mengajar kuliah Engineering Statistic semester sebelumnya. Si dosen aka sebut saja namanya Prof. Li (memang nama sebenarnya) ini menurut saya “semacam” dosen ajaib, grad degree-nya semua di US (tipikal profesor di Taiwan), semua (CMIIW) mata kuliah yang dia ajar ya dalam bahasa Inggris-bahkan walopun isi kelasnya cuma anak lokal semua-, ngejelasin teori2 statistik yang njelimet dan susah dipahami dengan kata2 yang mudah dimengerti (dia selalu menekankan kata2 “use plain English”), kuliahnya ga mengawang2 karena beliau bener2 praktisi dalam bidangnya (sebelum meneruskan kuliah lanjut, beliau bekerja beberapa lama di perusahaan luar, so sebelum menjadi akademisi dia profesional loh), singkat kata, pinter banget lah.

Nah satu hal yang selalu menarik saat mengikuti kuliahnya adalah dia ga hanya mengajar sesuai dengan yang dituliskan buku, tapi menambahkan contoh2 yang dekat dengan hidup sehari2 untuk memahami suatu topik, bahkan tidak jarang sedikit membahas masalah politik ataupun sosial budaya yang sedang ngetrend. Gak jarang juga dia tahu berita ttg Indonesia, heyak >_<
Contoh lainnya, dia sering bilang, kalau melakukan riset dan kemudian menerapkan metode statistik, ada variabel yang kalian bisa atur dan memang di dalam penguasaan kalian, ada yang di luar kekuasaan kalian, itu diatur ama Tuhan. Biasanya ilmuwan bakal bilang itu faktor alam sih, well tp dia bilang Tuhan yang atur🙂
Melanjutkan “cerita” nya dia lagi, sering banget si Prof ini bilang, kalau dalam hasil riset statistik kalian menemukan angka yang bagus (misal nilai R square = 1), silakan beli lottre, soalnya kamu sangat beruntung! *yang kemudian dia bilang, kemungkinannya antara 2, kamu memanipulasi data aka kamu bohong atau kamu Tuhan LOL

Itu cerita2 semester lalu, semester ini kembali lagi dengan cerita2 baru dari si Prof berwawasan luas ini.  Tadi siang gara2 kuliah beliau, saya baru tahu kalau ada quote mengenai si Union Jack (bendera UK) di abad 19 hingga awal abad 20 disebut The sun never sets on the British Empire. Kenapa disebut demikian? karena dulu saking besarnya cakupan Inggris Raya, selalu saja ada bagian cakupan wilayah negaranya yang lagi daylight (yah ada yang ampe beda GMT>+7 berarti :p ). Bagi saya yang memang suka sekali hal2 random seperti ini, kuliah menjadi menarik haha.. (oyeah, gimana kami bisa ngebahas tentang Union Jack? *berpikir keras*..)

Hal lain juga yang “nyangkut” di kepala saya waktu kuliah tadi (selain materi kuliahnya, tentu saja :p), yaitu kata2 si Prof tentang kesombongan dan kebodohan itu berteman baik. Artinya, dimana ada kesombongan disitu ada celah untuk melakukan tindakan bodoh. Ini sangkut pautnya dengan Deming’s Seven Deadly Diseases of Management (silakan gunakan mesin pencari untuk tau lebih lanjut mengenai hal ini ya). Singkat kata, kalau kamu menjadi sombong aka arogan, maka ga jauh2 lagi, kebodohan akan menghinggapi dan akhirnya kehancuran dengan sekejap meluluhlantakkan kepunyaan kamu.

Oleh karena dasarnya saya orang yang sekalinya merasa tertarik dengan suatu hal kemudian akan mengepo akan hal tsb sampai puas, saya mencari2 lah tentang si kebodohan dan kesombongan ini. Ada artikel yang menarik, bunyinya demikian :

Arrogance and stupidity are interesting characteristics. Like nitro and glycerin each by itself, kept separate is relatively harmless. The same is true of arrogance and stupidity. These characteristics in people can’t do much harm as long as they are kept separate. If someone is arrogant but has ability, people will put up with them and things can be accomplished. If they are stupid but humble people will help them and things can be accomplished. But if someone is both arrogant and stupid, when you combine that in a person in a position of power, it’s like mixing nitro and glycerin. Both elements become unstable and it explodes resulting in catastrophic damage.

source

Pas bacanya jadi ketawa2 sendiri tp jadi sekalian bercermin sih. Bener banget, kalau kamu sombong (ajah) atau bodoh (ajah) yo gak apa2 sih (apa2 tapi ga berbahaya banget lah). Tapi kalau keduanya dikombinasikan, (sudah) bodoh, sombong (lagi!) beugh, macam bisa ngebuat bom dan menimbulkan dampak yang luar biasa tentunja😄

Muihik, banyak juga yang bisa dipelajari ya dari kuliah, bukan cuma tentang ‘ilmu pasti’ aka sains, tapi pelajaran hidup juga. Semuanya bisa dikaitkan sama hidup sih menurut saya, as long as kamu punya waktu untuk belajar suatu hal bukan cuma di kulit2nya saja, bukan cuma supaya nilainya bagus, tapi bagaimana ilmu tersebut bisa diterapkan dan dikorelasikan dengan hidup sehari2.

Asoy lah ya perenungan saya malam ini. Amin. (de eu sombong wkwkw..)
Oh iya, mau sekalian menulis lirik lagu “Jasamu guru” -maafkan kerandoman tulisan ini LOL-

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa
Kita jadi tau beraneka bidang ilmu dari siapa
Kita jadi pintar dididik pak guru
Kita bisa pandai dibimbing bu guru
Gurulah pelita penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara

Perenungan malam saya juga akhirnya menyimpulkan bahwa jasa pendidik2 (guru2 dan dosen2) benar2 luar biasa. Tidak ada kata yang bisa diucapkan selain terima kasih🙂 *and pay it forward!
Saya bersyukur punya teladan guru2 dan dosen2 yang membimbing saya menemukan apa yang saya sukai dan mengerjakannya serta mengerjakan apa yang juga saya (tidak terlalu) sukai menjadi sukai.

Sekian, 晚安!

It’s Christmas Time

Yep, secara tidak terasa (bahasa Indonesia macam apa ini ?🙂 ) Natal sudah tiba. Yeay! Natal pertama saya di Taiwan.

IMG_3505

Sebenarnya dan seharusnya saya tidak segembira ini, karena : 1. Tidak bisa merayakan natal bareng keluarga, 2. Saya tetap KULIAH di hari natal. Alasan pertama, jelas ya, karena keluarga saya di Indonesia semua dan biasanya memang tidak, maklum anak rantau; alasan kedua karena memang Taiwan tidak memberikan hari libur nasional untuk hari natal. Hari libur nasional di Taiwan adalah hari-hari yang menurut saya rada gak penting2 amat (kecuali hari ulang tahun Taiwan dan hari historis lainnya) misalnya hari festival perahu naga, moon festival, dll. Tapi buat hari libur keagamaan, nope. Oh iya, untungnya tanggal 31 Desember dan 1 Januari libur, tapi kelas untuk tanggal tersebut harus digantikan sebelum atau sesudahnya (compensatory day off).

Hari Natal ternyata saya tetap kuliah dan secara sangat kebetulan jatuh tepat di hari yang sangat padat (9 to 5), haiyah. Bagaimana merayakan natal kalau begitu ? Ke gereja gimana ? dll lah.
Puji Tuhan, walaupun awalnya agak2 kecewa, akhirnya saya diberikan sudut pandang lain sama si Bos. Natal adalah tentang Dia, bukan tentang perayaan, kue, pesta, hiasan natal, santa claus, or even pohon terang. Natal bukan juga tentang kondisi diri sendiri, bukan tentang emosi dalam diri, pokoknya bukan tentang gue dan elu.

Natal adalah tentang Kristus. Semuanya terpusat pada Dia, nothing else (and not you too, Santa :p). Dunia yang tanpa harapan, yang sudah jauh dari Allah penciptanya dan mengambil jalan yang menurutnya baik bagi dirinya sendiri. Dunia yang menuju pada kebinasaan kekal. Sayangnya, walaupun manusia sebaik apapun, semuanya pasti sudah berdosa. Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Masalahnya, dosa itu noda, dan Allah itu bersih tak bercacat cela, jadi manusia sebaik apapun dan cuma berdosa sesedikit apapun, tidak layak menghampiri Allah yang Maha Kudus.

Namun karena Allah begitu mengasihi dunia ini, Dia memakai caraNya sendiri. Dia mengirimkan putra-Nya yang tunggal ke dunia (dikandung oleh perawan suci Maria, dalam wujud manusia sepenuhnya (waktu bayi ya gak mungkin langsung bisa bicara menyatakan diriNya🙂 ) untuk menebus dosa manusia. Dosa harus dihukum, tapi kasih Allah yang mau menyelamatkan manusia tetap berlaku. Jadinya, Kristus yang menggantikan saya dan kamu yang berdosa ini untuk dihukum. Kenapa Kristus ? Dia korban yang sempurna, walaupun dia manusia, dia tidak berdosa. Kenapa dia tidak berdosa ? Ya karena Dia Allah. Yesus mati di atas kayu salib menanggung dosa kita, jadinya kita yang gak layak bareng2 Allah ini, dilayakkan oleh karena pengorbananNya.

Oke, bagi sebagian orang mungkin berkeyakinan Allah tidak diperanakkan dan memperanakkan. Memang iya🙂
Kalau di kepercayaan saya, dinyatakannya begini : pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama2 dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah sendiri. Firman ini lah yang kemudian menjadi manusia dalam Kristus Yesus. Bukan berarti kami punya 3 Allah loh, kami punya 1 Allah, namun dalam 3 pribadi (ah, semoga term yang saya gunakan ga salah ya), dalam Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Jadi, bukan berarti surga kosong waktu Allah turun dalam rupa manusia dalam wujud Yesus Kristus. Bukan berarti juga saat Kristus sudah terangkat ke surga, gak ada Allah lagi di sekitar kita. Bingung? Dia Allah gitu loh, gak ada yang gak mungkin🙂. Saya berdoa, teman2 yang baca bisa diberikan iman untuk percaya dan mengerti hal ini  ^^. By the way, pernah baca kitab suci gak, kalau Allah menyebut diriNya di awal2 penciptaan dan beberapa kali dengan kata “kami”. Kalau menurut pemahaman saya, ini sebuah hint untuk mengerti ke-Maha Kuasa-an Allah ini (which is sebenarnya gak mungkin bisa sepenuhnya selama jadi manusia terbatas ini).

Okeh, kembali ke topik utama. Walaupun banyak halangan untuk merayakan natal yang seperti biasanya di Indonesia, paling tidak saya bisa melihat sisi lainnya dan tetap merasakan sukacita natal. Hal-hal yang saya lakukan di natal 2012 ini :

1. Christmas eve dinner bareng Grandma Glenda dan teman2 baru di sini. Grandma Glenda ini orang Amerika yang sudah menetap di Taiwan selama 2 tahun. Beliau mengajar bahasa Inggris, dan menurut saya sih, pekerjaan utamanya ya pelayan Tuhan. Pintu rumahnya selalu terbuka buat mahasiswa2, ya belajar alkitab lah, kumpul dan main bareng lah, dan pastinya makan2😀
Rumah grandma emang benar2 rumah oma, banyak makanan dan feels warm. Jadi malam natal kemarin kami makan malam bareng (finger food yang mengenyangkan seperti pizza, sandwich, oreo, cokelat, wortel, dll), setelah itu lanjut baca Christmas story dan ditutup dengan share dan doa bareng. Pulangnya saya juga dikasih bekal pizza enak :9 yeyeyeye..

2. Christmas day kuliah dari jam 9 pagi. Cara saya berbagi sukacita Natal a/ dengan mengucapkan selamat Natal ke teman2 yang juga merayakan (pasang senyum tulus😀 ) dan bagi2in cokelat! Yeah, semoga semangat Natal bisa tersampaikan ke teman2 lainnya.
Siangnya kelas water resource kami mengadakan field trip ke Shimen Reservoir, bendungan terpenting di Taiwan utara. Pemandangan di bendungan ini menakjubkan sekali, alamnya masih dipelihara dengan seksama, dan memang dijadikan tujuan wisata. Pulang2 dari sana, pihak pengelola bendungan ngasih kenang2an, topi adventure (Yes!), perangko, dan tatakan gelas😀 (Btw, dipikir2 itu hadiah Natal saya tahun ini LOL).

IMG_3554

3. Malamnya, setelah janjian dengan beberapa teman Indonesia yang juga merayakan Natal, sebut saja namanya Christina, Mbak Putri (+ Mas Kholis yg ikutan juga-tentunja), Reymond, dan Re-moon; kami makan di restoran hotpot yang baru buka di dekat kampus. Setelah menunggu sekitar 15 menit dan pontang-panting nyari arti menu hotpot yang dalam bahasa Mandarin, akhirnya bisa makan malam juga.
Untungnya rekomendasi resto ini tidak salah, benar2 memuaskan juga dengan nasi, mie, juice jeruk, dan es krim sepuasnya LOL.

Yeay, saya sangat bersyukur bisa merayakan Natal bersama teman2 terdekat (bisa dibilang keluarga kali ya..) di Taiwan. Senang juga bisa berbagi semangat Natal ke teman2 yang lain. Memang kasih tidak boleh dan tidak bisa dinikmati sendirian, kasih yang meluap2 dalam diri membuat kita tidak tahan untuk “mengalirkannya” ke orang lain🙂
Selamat Natal bagi yang merayakannya. Selamat liburan bagi yang berlibur, dan selamat menjelang tahun baru juga yaaa🙂
Selamat menikmati hari2 bahagia bersama orang-orang yang Anda kasihi🙂

Jadi kamu lebih baik dari orang lain ?

Yeay, akhirnya bisa menepati janji buat nulis; walopun janjinya tadi sore sih, cuma karena satu dan lain hal aka jalan2 n malas2an n ngerjain tugas, jadilah baru sekarang mengupdate blog😀

Hmm, banyak yang mau diupdate cuma suka lupa haha.. Jadilah diupdate pemikiran terbaru saja lah ya..

Selama beberapa lama dan mungkin sudah menahun saya menemukan orang2 yang begitu merasa dirinya lebih baik dari orang lain, baik dalam hal kekayaan, kepintaran, keganteng/cantikan, kesucian, dan kesalehan dalam beragama. Well, kadang sadar atau ga sayapun seringkali menyombongkan diri dengan apa yang saya punya yang menurut saya lebih dong daripada orang lain. Syukurnya, karena saya sudah disadarkan betapa saya cuma orang berdosa dan ga bisa apa2 tanpa Tuhan, saya benar2 terus berjuang melawan kesombongan2 saya ini (fiuuhh, semoga hasilnya nampak jelas ya teman2). Dosa kesombongan benar2 menjadi persoalan tersendiri bagi saya, apalagi kalau sudah dipuja-puji sana-sini (See? pujian juga mendatangkan sandungan bagi orang lain, hehe..). Tapi semuanya tergantung kecenderungan hati sih sebenarnya, pujian2 yang diterima apakah dijadikan “sayap” untuk menerbangkan pride diri, atau dijadikan alat untuk menunjukkan kebaikan Tuhan dan keluarbiasaan Tuhan dalam hidup kita yang gak bisa apa2 ini sebenarnya, give Him the ultimate praise! Saya selalu berdoa kecenderungan hati saya ikut pilihan yang kedua. Amin.

Nah, oleh karena keyakinan diri saya ini, mungkin jadinya saya jadi sering heran aka kesal dengan orang2 yang pada akhirnya terlarut pada stigma superior ini. Banyak orang yang merasa dirinya lebih baik dengan orang lain sehingga akhirnya malah menginjak2 hak orang lain, mendeskreditkan orang lain, memarjinalkan orang lain, dan bahkan merasa dirinya mendapat “lisensi” untuk mengendalikan hidup orang2 yang di bawah mereka (baik dalam kemampuan, kekayaan, etc.)

Sejarah sudah membuktikan sih, bagaimana saat ada manusia yang merasa diri lebih baik daripada orang lain, yang terjadi malah bencana kemanusiaan. Om kumis kotak aka Hitler contohnya, karena merasa bangsa Arya lebih superior dari ras lainnya (dan alasan sakit hati lainnya), pembantaian puluhan juta orang Yahudi menjadi akibatnya. Oh iya, masih ingat pelajaran sejarah tentang penjajahan terhadap negara2 ? Ini juga bentuk superiorisme diri, merasa lebih baik dari yang lain. Negara A menjajah Negara B, Negara C, menjajah negara D. How come? Mereka (penjajah) merasa lebih pintar, lebih lihai, lebih manipulatif dan lebih yang lainnya terhadap negara terjajah. Seringkali bahkan kata yang dipakai bukan penjajahan, tapi penaklukan. Wew, kata yang sangat kuat sebenarnya. Saya makin ngelihat luar biasanya efek penjajahan di dunia setelah bergaul dgn teman2 dari berbagai negara yang menjelaskan negara mereka dulunya jajahan Spanyol, Inggris, Perancis, Belanda (buat org Indonesia) dll lah. Iya, penyebab penjajahan ada banyak, tapi menurut saya, hal ini tidak akan terjadi bila negara2 penjajah tersebut tidak memiliki perasaan superiorisme terhadap negara lain yang dianggap mudah dibodohi, diperalat untuk memanfaatkan sebesar2nya negara terjajah tersebut.
Not to mention kondisi saat ini dimana berbagai perselisihan negara2 di dunia karena merasa negara mereka lebih baik dari yang lainnya (apalagi negara yang saling bertetangga🙂 ). Israel-Palestina, Indonesia-Malaysia, Taiwan-Jepang, Mongolia-China, Negara2 Balkan-Rusia, dll. Okay, latar belakang perselisihan negara2 ini memang beraneka ragam, namun dari pendapat saya pribadi, kesamaan penyebabnya juga adalah superiority syndrom ini. Bedanya dengan jaman baheula, ga ada lagi negara yang mau dijajah, ataupun negara yang mau dikalahin atau diinjak2 oleh negara yang lain yang mungkin lebih superior secara wealth. Kenapa begitu? lagi2 imo, kita di jaman sekarang sudah tau apa itu kedaulatan negara yang bahkan sampai titik darah penghabisan akan terus dipertahankan oleh warga negara ybs, selain itu juga kita juga sudah punya pandangan yang sama, setiap manusia (negara) adalah setara, tidak ada yang lebih super dari yang lain. Well, kita belajar HAM dengan sangat baik🙂

Okay, kembali ke masa kini dan secara individual. Akhir2 ini sering sekali saya menemukan orang yang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Mulai dari hal2 kecil, nanya2in nilai UTS sekelas biar tahu ternyata dirinya yang nilainya paling tinggi (hmm, pas sekolahan oke lah ya, kan masih sistem rangking, tapi di S2? well, mengutip kata dosen saya, S2 bukan lagi nyari nilai, tapi nyari pengetahuan uy!); merasa diri paling benar dalam cara berhubungan dengan orang lain; merasa diri lebih suci dari orang lain karena rajin sembahyang or berdoa (really? heu); merasa diri paling benar dalam beragama (sigh, sudah malas sekali ngebahas yang gini2an, terlalu banyak konflik yang terjadi karena orang2 yang merasa diri paling benar ini, apalagi di Indonesia, banyak nyawa melayang karena orang2 sok pintar tapi bodoh ini sorry to say); dan berbagai situasi “merasa diri” lainnya.
Oh iya, karena saya lagi di luar Indonesia, sering banget juga contoh kasusnya adalah kita (orang Indonesia) merasa diri lebih baik daripada orang2 Taiwan, even foreigner lainnya; we don’t drink, we don’t curse, we don’t party, atau yang lebih parah we don’t do free sex, etc.

But, do we really better then others? Apa hidup kita sudah benar2 lurus ya? Benar2 udah bersih dari dosa? Tiap hari dah ga bohong, ga berpikiran tidak pantas, ga lihat yang ga layak, ga berkata yang nyakitin orang? Jadi kita berhak merasa diri lebih baik, merasa orang lain lebih hina? Karena agama kita lebih bagus dan benar, maka orang lain yang berbeda adalah kafir and they don’t deserve any kindness and mercy at all? They don’t deserve to know the truth?  Apa superiorisme diri ini ngasih kita lisensi buat ngejudge orang lain, bahkan melempar batu aka merajam orang lain, bahkan menghilangkan nyawa orang lain?

Selama kita masih hidup di dunia, kita masih punya roh dan daging,  selama itu pula kita masih dan masih berpotensi berdosa. So, adakah yang lebih baik dari yang lain? Ga ada. Semuanya sama2 berdosa, dan pada akhirnya binasa bila tidak diselamatkan. Manusia (menurut kepercayaan saya) diciptakan dari debu tanah, dan pada akhirnya akan kembali ke tanah, tidak membawa apa2, tidak kekayaannya, tidak kehebatannya, tidak kecakapannya, tidak kepandaiannya. Pada akhirnya iman yang akan menyelamatkan. Bagaimana kamu menjalani hidup membuat kamu semakin mengenal Pencipta. Mengenal sang Pencipta termasuk mengenal ciptaanNya, apalagi mengasihi sesama manusia ciptaanNya. Kalau ke sesama manusia aja merasa tidak sama, bagaimana menghadap sang Pencipta yang menyatakan semua cipataanNya itu baik adanya ?

Yakin, masih mau sombong dengan apa yang dimiliki? Tuhan sentil sedikit aja udah lewat kok😛
So, apa yang bisa dan mau disombongkan di dunia ini pada akhirnya?🙂