Just another WordPress.com weblog

Pergumulan (Lanjutan)

Lanjutan tulisan sebelumnya. Catatan ini sudah disampaikan di WM 10 Desember 2011.

Hidup sebagai orang percaya adalah hidup yang terus-menerus dikuduskan oleh Roh Kudus agar taat kepada Kristus. Salah satu tanda hidup orang percaya yang dikuduskan adalah hidup yang bergumul. Hidup Kristen yang tak pernah bergumul adalah hidup Kristen yang sia-sia. Mengapa? Karena bergumul adalah tanda kita memiliki hubungan pribadi dengan Allah, bukan hanya mengenal Allah secara kognitif/theologi. Makin kita bergumul di hadapan Allah, kerohanian kita makin ditumbuhkan, karena kita semakin mengenal Allah kita secara eksistensial. (Pdt Billy, Ajarlah Kami Bergumul)

Kitab Mazmur merupakan kitab yang ditulis penuh dengan pergumulan penulisnya. Dari kitab ini dapat kita lihat bahwa pergumulan itu ditandai dengan penyesalan dan kekaguman, keyakinan dan keraguan, jawaban dan pertanyaan, sorak-sorai dan ratapan, bahkan berdiam diri. Contoh : Mazmur 73 menceritakan betapa orang fasik terlihat bahagia disbanding orang benar di hadapan Tuhan. Pemazmur cemburu dengan kebahagian orang fasik ini. (3-5) Namun saat ia bergumul dan mencari Allah, Ia menemukan bahwa kebahagiaan orang fasik itu sia-sia dan menuju kebinasaan. (16-20) Bahkan diakhiri dengan baik oleh janji pemazmur untuk tetap setia dan mencari Tuhan dan memuliakan Tuhan dalam segalanya. (21-28).

Tujuan pergumulan bukanlah untuk mempertanyakan kedaulatan Allah lalu meninggalkan-Nya, tetapi semuanya bertujuan agar orang percaya makin mengenal Allah secara pribadi di dalam setiap jalan-jalan-Nya yang sering kali tidak kita pahami. (Pdt Billy, Ajarlah Kami Bergumul)

Pergumulan tidak lepas dari hidup orang2 percaya di dalam alkitab, bahkan hidup Yesus Kristus sendiri, salah satunya saat Ia bergumul di Taman Getsemani. (Markus 14:32-42)

Dari teladan Kristus, ada beberapa hal yang Ia lakukan dalam bergumul :

  1. Ia mencari tempat yang sepi untuk bergumul. (Mark 14:32) Tempat yang sepi menunjukkan tempat dimana kita dengan tanpa gangguan hal2 lain (orang lain, suara2 yang mengganggu, dll) sehingga dapat focus.
  2. Ia tidak bergumul sendiri, Ia meminta 3 murid2 terdekatnya untuk ikut berjaga2 (di kitab Lukas dinyatakan berdoa untuk tidak jatuh dalam pencobaan). Dalam bergumul seringkali kita memerlukan orang2 yang dapat turut menopang kita dan mendoakan kita, ceritakan sedikit banyak kondisi kita (kadang tidak perlu detail kalau susah diceritakan dan kemungkinan orang itu belum akan mengerti—lih. Ay. 34). Kita tidak mampu sendiri; salah satu peran pembimbing rohani adalah hal ini! *dalam bergumul tidak melulu harus Pembina rohani, paling tidak teman2 sepelayanan yang dapat dipercayai dan memiliki persekutuan yang baik dgn Allah. (cth : Rasul Paulus minta jemaat di Roma untuk bergumul bersama2 dengan dia (Roma 15:30)
  3. Berdoa dan menyatakan keadaan diri (hal yang dipikirkan dan dirasakan) dengan jujur di hadapan Allah (ay. 35). Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah, nyatakan segala beban di hatimu pada Allah, tidak usah ditutup2in dengan kata2 yang indah bila memang tidak demikian adanya keadaan hatimu.
  4. Menyatakan kehendak kepada Allah. (ay.36) Tidak ada salahnya menyatakan apa keinginan kita secara manusia kepada Allah. Namun dalam hal ini hal yang harus menjadi “pegangan” kita yakni, kita seperti memberikan catatan keinginan kita kepada Tuhan, hasil akhirnya, mau langsung dibakar, dicorat-coret, dihapus sana-sini, ya terserah padaNya. Hal ini bukan seperti mengajukan proposal yang tinggal dibubuhi tanda tangan.
  5. Bagi orang2 yang menopang orang yang bergumul : ingatlah untuk selalu berjaga2, terus mendoakan. Dipercayai untuk mendoakan pergumulan orang bukanlah hal yang mudah dan sepele, kerjakanlah dengan sepenuh hati karena kasih. Bahkan seringkali dalam turut mendukung sahabat yang bergumul kita pun beroleh kekuatan dalam Tuhan dan semakin mengenal Tuhan.
  6. Pada akhirnya, bukan kehendak kita yang jadi, namun kehendak Tuhan yang jadi. Ini yang harus menjadi iman kita. Iman yang harus terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus hari demi hari dan mau taat. Pada ayat 41-42, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa proposalnya ditolak! Tidak ada jalan lain selain menjalani kehendak Allah Bapa. Seringkali kita tidak sampai pada tahap ini. Kita takut untuk mengetahui bahwa kehendak Allah tidak sama dengan kehendak kita dan kita diharuskan patuh menjalani kehedakNya.

Pergumulan tidak diakhiri dengan selesainya persoalan, tujuan akhirnya bukan itu. Namun semakin mengenal Tuhan dalam hidup dan kehidupan kita. Allah yang Maha Kuasa itu akan memampukan kita untuk menghadapi setiap persoalan sesuai dengan kehendakNya, asalkan kita mau TAAT.

Ada janji : Tuhan yang menguatkan dalam semuanya, Roh Kudus memampukan kita. Siap menunggu waktu Tuhan yang terbaik.

Pengenalan akan kehendak Tuhan bersumber pada Firman-Nya sendiri. Oleh karena itu dalam bergumul tidak seharusnya kita mendasarinya pada perasaan manusia yang tidak menentu, dengan pikiran rasional dan logis, namun dengan Firman Allah yang hidup.

“Perasaan manusia seperti ombak di laut, naik-turun. Namun Firman Tuhan tetap selama-lamanya”

Dia tetap baik dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya!

-dan apapun yang terjadi, ya, saya akan tetap setia dan mengatakan ya untuk tiap rancangan-Nya dalam hidup saya-

Pergumulan

Bah, berat kali bahasannya :)

Yep2, mau ga mau dalam beberapa jam kemudian harus menyiapkan materi tentang hal ini di WM *weekly meeting.
Sebenarnya susah2 gampang sih, karena saya sendiri sedang berada dalam hal ini. Apa yang saya bisa bagikan ya??

Katanya sih, orang bergumul karena ada persoalan tapi ga semuanya ngebawa persoalan yang dihadapi untuk serius dipikirkan, didoakan, dan dicari jalan keluarnya. Ini yang namanya “Bergumul”.

Berkebalikan, ada beberapa hal yang menyimpang dari cara menyelesaikan masalah ini, antara lain :

Orang2 yang hanya merasa punya masalah, namun dengan tindakan yang hanya menggembar-gemborkan bahwa Ia punya masalah dan SEMUA orang harus tahu bahwa dia sedang ada masalah, ya itu namanya galau! 

Ada juga orang yang punya masalah, tapi ga merasa masalah itu harus dibereskan dan bisa beres sendiri –> ini namanya orang cuek .

Kalau orang yang punya masalah, tapi cara menyelesaikannya dengan nyari penyelesaian masalah sementara dengan kecanduan, dengan pesta pora, dengan drugs bahkan –> namanya pengecut! ga berani menghadapi kenyataan.

Tapi ada juga orang yang punya masalah, dan berusaha untuk menyelesaikan masalahnya dengan pengertiannya sendiri dan berdasarkan untung-rugi yang akan dihadapinya –> ini termasuk orang rasional, namun bukan orang yang mengenal Tuhan *sorry to say.

-Sementara nulis kayak gini, nah kan  jadi terinsipirasi buat status fb-

“Each person always have (a) problem(s); yet not all of us strong enough to struggle and find the best solution according to our Creator desires; even to bear its consequences.”

Penegasan di awal2 lagi sih seperti apa itu bergumul. Yep, mau/tidaknya bergumul adalah masalah mau/tidak menyerahkan diri pada kehendak Allah, dan “disetir” setiap kehendaknya. Bukan kehendakku namun kehendakMU yang jadi *seriusan, ini lebih gampang nulisnya daripada ngelakuinnya*

Orang-orang yang mau bergumul sebenarnya adalah orang-orang yang sedang terus menerus mencari kehendak Tuhan dalam hidupnya, yang mengasihi Tuhan dan mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Ga ada tuh orang yang bergumul hanya untuk kepentingannya sendiri, kan kalo buat sendiri mah gampang aja ngambil keputusannya, cukup plus minus-nya dimana, lebih nguntungin yang mana, yowis ambil lah keputusan itu.

Tapiiii, bedanya dengan orang yang sudah mengenal Tuhan, masalahnya bukan lagi segampang nyari positif negatifnya, tapi si Bos Besar maunya apaa? Keputusan yang diambil bakal menyenangkan Dia ga ya? udah sesuai kehendak Dia ga ya? atau jangan2 ada yang salah nih, hemmm heemmm..

Kemudian muncul-lah pertanyaan, bergumul perlu berapa lama ya? kapan tahu benar2 bahwa udah sesuai keputusan yang kita ambil ? apa “tandanya” kita bergumul dengan berhasil ? waktu bergumul harus ngapain ajaa? dll dst dsb.

Mari dijawab di WM nanti sore pukul 15.00 WIB di Sekre, Jl. Boscha :)

*nanti saya update deh jawaban2nya di blog ini, hehe..

His will, not my will. And whatever His will is, He is still Good for me and you!

Yep2, berhubung saya orangnya visual, saya senang sekali dengan hal2 yang dapat membuat saya menggunakan panca indera penglihatan. Dalam berbagai waktu luang aka waktu ga ngapa2in,  hal yang saya lakukan antara laun menonton, baca buku, ngubek2 youtube, browsing2 internet, baca2 artikel, baca2 koran online (kompas.com; detik.com; tempo.co jd santapan harian saya :) ). Setelah dipikir2, ternyata memang saya orang yang sangat bergantung pada mata, maka tidak heran kemampuan mata saya melihat berkurang cukup drastis. Awal kuliah cuma minus 0.5 hingga sekarang (5 tahun kemudian) menjadi 3.5. Wew, saya sendiri kaget juga, karena terakhir kali saya mengganti kacamata sebelum dengan minus 3.5 adalah minus 2. Kemungkinan penyebabnya karena hal-hal di atas yang sudah saya sebutkan, ditambah lagi tuntutan pekerjaan yang membuat saya harus berada di depan komputer 7-8 jam sehari, belum termasuk waktu-waktu yang saya pergunakan untuk “rekreasi pribadi” dengan komputer misalnya nonton film, bersocial network, dll.

Saya menyadari jika kebiasaan saya dibiarkan terus, akan terjadi penurunan fungsi mata yang cukup dominan di tahun2 ke depannya. Oleh karena itu saya membiasakan untuk merawat mata saya dengan makan wortel (saya ga terlalu suka makan wortel, fyi); menurunkan kecerahan laptop, menggunakan laptop seperlunya (well, ini yang belum berhasil), hmm.. apa lagi ya yang bisa membantu merawat mata ??

Semoga ke depannya mata saya baik2 saja ya.. Kalau bisa malah semakin berkurang minusnya (yeah I wish :p ).
Meanwhile, saya akan tetap menyenangi hal2 di atas, haha..
At least those things make me more entertained, give me more information (which may lead me to “useful chat” to others), and enhanced my knowledge where I know someday (even today) and somehow will be very useful for my life :) .

Keep on move! :D

Boredom to The Max

Yeah, I’ve been really bored of my life recently.

Seriously, what should I do? I need something that really push every cell of my brain to work.
Oh Lord, I am desperately need it/them.
I recognized that I am such a person that really love to be busy rather than just to sit and do nothing.
Lord please show me or at least hint me what should I do.
As my birthday list, I won’t and I don’t want my life being wasted; I just hope this won’t continue for long time.
Help me to be patient in waiting Lord. Help me to do anything that really need to do, I am bored to the max :( (

Where have I go for 2 months ?

Judulnya provokatif betul ,kekeke

Jawabnya bisa dibuka disini http://yppak.org

Yep, saya mengikuti Program Pembinaan Alumni Kristen (PPAK) angkatan 24 sejak 23 Agustus-18 September 2011. Dua bulan yang sangat menyenangkan, penuh dengan sahabat-sahabat baru, tawa dan canda, perubahan karakter sedikit demi sedikit, bekal di dunia alumni, dan utamanya pemupukan akan kecintaan Firman Tuhan dan Dia sendiri :)

Jadi ceritanya, selama 2 bulan, kami yang berasal dari seluruh Indonesia (22 orang dari Medan, Jawa Barat, NTT, Palu, Toraja, Manado, Ambon, n Papua). First impression masuk asrama : (dalam hati) I hate to know someone new in my life! hahha,, seriously. Soalnya, perasaan tahun 2011 ini buanyak banget ketemu orang2 baru dan pada akhirnya akan pisah. Kalo ketemu sih asik2 aja, pas harus pisah nih? Pasti ada yg incomplete *halah..

Well, tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman, secara kegiatan ini sudah saya doakan dari setahun sebelumnya :)

Pas pembukaan, saya terlambat mengikuti pembukaan PPAK 24 dikarenakan harus bekerja di hari Jumat. Maka, datanglah saya di kebaktian pembukaan di Hari Sabtu dengan… terlambat -___-”
Dengan menahan malu karena telat (dan dipanggil duduk ke depan oleh Pak Hilman), akhirnya saya berhasil “lepas dari cangkang” dna berkenalan dengan beberapa orang teman. Yang saya ingat itu, Kak Anna dari Papua, Halen dari Kupang, dan Kak Boty dari Kupang juga. Ternyata kebaktian pembukaannya rame dengan kedatangan anggota YPPAK lainnya, bukan cuma kami peserta. Trus juga ketemu sama mentor yang sebelumnya udah nge-sms-in. Namanya kak Sylvia, hoho..
Singkat cerita, karena berhubung saya masih terikat kerja sampai awal Agustus, saya cuma bisa masuk di hari pertama kuliah, dan untuk 9 hari berikutnya saya bolos. Well, sebelumnya sudah ijin sih, tapi tetap aja emang sayang banget, hehe..

Hari pertama perkuliahan saya ditunjuk jadi PJH (Penanggung Jawab Harian). Tah siapa lah yang nunjuk ini, ckckc.. orang baru dateng juga -__-”
Tapiiii,, yowis, lakukan sa, :D
Hari pertama kuliah menyenangkan! Walopun masih jaim2 an sama teman2  PPAK, hahhaa.. *Saya emang jaim kalo baru kenal, weeek :P . Tapi untungnya walopun masih malu2 kucing, sonde (tidak-red) masalah lee…
Sorenya saya harus balik ke Jakarta, mengejar bus kota, eh kerjaan, jadi mau ga mau, harus mau :) )

Dan 9 hari kemudian.. setelah membereskan kerjaan, saya dengan semangat 45 balik ke Bandung. Awal2 kuliah menjadi tantangan tersendiri karena OIA udah dikit lagi dijelasin, trus ada kelompok eksposisi setiap hari yang dimana saya ga ikutan satupun kelompoknya. Nah kan, cemanalah…
Tapiii, tetap Tuhan itu baik, dan juga teman2 asrama baik, so semua masalah bisa teratasi, dan materi kuliah yang terlewatkan bisa saya kejar! Yeay!

Maka mulailah kehidupan asrama yang sebenarnya.

Apa yang terjadi ?

Banyak hal! Kalo dari project2, kami banyak kegiatan @_@, mulai dari nyanyi di gereja waktu 17 Agustusan (20 lagu bowww..); malam budaya + masak makanan khas daerah masing2, dan berbagai vokal grup di beberapa gereja (sok ngartis), ahha.. Kemudian dari segi materi, saya belajar buaaaanyaaak sekali hal.

Materi apa??

Hmm, intinya adalah ttg the Word (firman Tuhan) dan the world (dunia). So di awal2 perkuliahan kami dibekali dengan pemahaman akan firTu dan dibiasakan terus OIA setiap hari (mabok dah tuh); kemudian juga banyak materi lainnya, seperti bermisi (oleh seorang misionaris Amrik, I am grateful for him), komunikasi Injil dengan pembawaan yang menarik dari Bu Wayan, Apologetika Kristen, Menemukan SHAPE (Spiritual Gift, Heart Desire, Ability, P (duh saya lupa), E (lupa juga -__-”), Leadership (materi yang super sekali!), Profesi, Wirausaha, Keluarga Kristen (ini juga materi favorite saya :P ) dan berbagai materi lainnya.

Sangat saya akui, hal2 ini membuat saya semakin diperlengkapi dan membuat saya kaya! Yep, bukan secara materi, namun dr pengenalan akan Tuhan, serta aplikasinya dalam dunia sehari2. Selain materi, ada juga pembentukan karakter demi karakter yang sangat saya alami secara pribadi. Banyak pola pikir, sudut pandang, pemikiran2 yang salah, yang diubahkan, dipertajam, dan ditegaskan :)

Saya bersyukur untuk kesempatan retreat 2 bulan ini, banyak sekali hal yang saya dapatkan, dan utamanya juga saya mendapat banyak sahabat2 dan bahkan saudara2 baru dari seluruh Indonesia :D

Well, tapi memang waktu yang harus memisahkan kami sekalian. Sudah waktunya untuk menyobek plastik garam dan mengeluarkan diri dari toko lampu ini. Sedih memang, setelah makan bareng, belajar bareng, tidur bareng, berkonflik bareng, dan berbagai hal bareng2 lainnya, kami harus dipisahkan.

Tapiiiii

Seperti kata pepatah, kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi; kalau ada umur panjang, bolehlah kita bertemu lagi.

Kalau Tuhan masih menghendaki kita bertemu, maka tenang saja, kita akan bertemu! :)

Sampai jumpa sahabat, terima kasih Tuhan untuk kasihmu yang sungguh luar biasa!

And now I am ready to be sent wherever He want me to go :)

I really miss this moment >_<

*ttg materinya, tar saya akan cerita sedikit-banyak di blog ini :)

The Result? eng ing eng…

Nah, setelah seleksi yang panjang dan melelahkan *agak lebay* akhirnya diperoleh hasil bahwa saya belum memenuhi kriteria beasiswanya, hehe.. Tapi bersyukur banget lah, banyak pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh; apalagi ga semua orang bisa dapetin :D

Yah akhirnya ga dapet euy beasiswanya huhu.. but it’s okay (well, i admit that i was so sad :) )

Tapiii, when one door closed there will be another window opened, hehe.. Saya percaya Tuhan udah memimpin sejauh ini,pasti ada yg mau diajarin lewat ini semua, betul? :D

Oke dh, mari semakin giat!
Wah, saya terlalu percaya kalo nanti saya bakal update halaman ini dgn beasiswa saya yg diterima! Ahey..

Let’s see…

*later i will keep u up with the scholarship selection

Of course winning right? hahha..
I am really sure that this answer is the same for everyone who go to final round.

How about me? Yep, of course I want to be the winner! :)

Well, let’s put our hope high! God never fails us, you know. As a quote of my favorite film : ” if we win, we praise God, if weI lose we praise God”.

That’s winning you know ;)
Well, still I expect to be truly become a winner. But let His will be upon me, I will be the winner if He plan it for me :)
I will trust Him, as Abraham did when God gave him promises to be a great nation whether He is already too old and Sarah already menopause!  But the bible write this,

Rom 4:18 Who against hope believed in hope, that he might become the father of many nations, according to that which was spoken, So shall thy seed be. Rom 4:19 And being not weak in faith, he considered not his own body now dead, when he was about an hundred years old, neither yet the deadness of Sara’s womb: Rom 4:20 He staggered not at the promise of God through unbelief; but was strong in faith, giving glory to God; Rom 4:21 And being fully persuaded that, what he had promised, he was able also to perform. Rom 4:22 And therefore it was imputed to him for righteousness. Rom 4:23 Now it was not written for his sake alone, that it was imputed to him; Rom 4:24 But for us also, to whom it shall be imputed, if we believe on him that raised up Jesus our Lord from the dead; Rom 4:25 Who was delivered for our offences, and was raised again for our justification.

 

Abraham did not worry about Lord’s promises even the fact force him to deny it!

However he still believes the Lord and become stronger in faith and glorify the Lord, wow!
and as we all know, the Lord’s promises became true :)

As Paul said to church in Rome, that this also may happened in our lives as we are the believers ;)

So, ready to have faith in Him? even in condition that drags you not to believe?

Well, I am ready! How about you? ;)

So, how about my final round story?

I’ll keep u all updated :D

Jadi keinget pikiran mengawang2 tadi sore waktu omw pulang dari kantor. Sambil ngobrol2 sama Ibu Team Leader jadi keinget tentang asal muasal masuk TL, haha.. Ceritanya, ngobrol2 ttg anaknya TL yg mau masuk FK n Farmasi, soalnya katanya suka sama kimia *dibanding masuk TL, which is sama dengan kedua ortunya. Padahal, kan saya masuk TL gara2 suka dengan pelajaran kimia! ahahha.. so, ini mah random sekali ;p

Nah, jadi keinget, pelajaran yang disukai waktu SMA n kuliah tingkat 1 bener2 dipengaruhi oleh dosen/guru yg ngajar pelajaran itu, kalo dosen/gurunya ga ngebuat kita interest dgn pelajarannya, (menurut pengamatan saya) sebagian besar anak2 didiknya ga bakal menyukain pelajaran itu. Hmm, contohnya saya sih, dari SMA paling ga suka sama fisika, padahal waktu lulus jadinya mau masuk teknik, oalah -___-:. Hmm, sebenarnya kenapa suka kimia n matematika pun krn gurunya, dan sebaliknya juga, ga suka fisika krn gurunya, hahaha.. *beneran deh, saya baru bener2 menyukai fisika di bangku kuliah, n baru tahu fisika itu asyik waktu kuliah tingkat 1 (di semester 2 ga terlalu suka, soalnya ga bisa dibayangin, mis optik, elektronika, dll.. lebih suka yg mekanika, haha)

So, sesuai dengan judul post ini sih, beneran ya, apa yang kamu suka, bener2 (hampir selalu) bergantung pada sese(beberapa)orang. Pelajaran moralnya sih, jangan sampai kehadiran kita ngebuat orang ga suka akan sesuatu yang bakalan menghambat dia di kemudian hari, padahal hal yang dia ga sukai ini bakalan berguna buat dia di kemudian hari. Saya bersyukur klo di kuliahan akhirnya saya merasakan ternyata pelajaran yang menjadi momok bagi saya menjadi sangat menyenangkan :D

Akhir kata, mari beri pengaruh positif ke orang lain, jangan sampai gara2 kita, mereka jadi trauma akan sesuatu, padahal bakal sangat membangun mereka di kemudian hari.

Tulis tulis tulis

Lagi males nulis, tapi pengen nulis, haha..

Berhubung sudah lama tidak menulis blog ini (sebulan-an), mari mengupdatenya dengan info2 penting dan hal2 yang diperoleh selama ini.

karena intinya mah lagi males nulis, so singkat saja :P

1. Kerjaan kantor bentar lagi beres! *oke, bukan beres gimananya, tapi deadline 30 Juni sudah dekaat, Master Plan Final sudah harus beres, Feasibility Study Report beres, dan Capacity Building Report harus beres. Nah lo, banyak kerjaan kan, hahhaa.. *tanda2 mulai menggila :P

2. So far, belajar banyak hal di kantor, mengenal bapak2/ibu2 di kantor yang memberi khasanah baru dalam hidup saya. Puji Tuhan ditempatkan di kantor yang bisa ngebuat BUANYAK belajar; pelajaran hidup (harus bisa sabar tiap hari :) ) ), pelajaran teknis (berguru ilmu ke-te-el-an di engineer2 yang luar biasa), pelajaran manajerial (hal2 yang harus dikerjakan lebih dahulu dan yang dikerjakan kemudian), pelajaran kepemimpinan (dari team leader, sungguh belajar banyak ttg kepemimpinan n pengambilan keputusan dari beliau2 :) ), pelajaran komunikasi (belajar menyampaikan maksud-kadang saya sulit menyampaikan maksud, haha *kekampuan verbal yang kurang, deuh, pelajaran berlatih bahasa asing (soalnya sama bule2 Australia yang ngomong Englishnya minta ampun “fasih”nya, haha..), dan banyak pelajaran lainnya. Oh iyaaa! dapat pelajaran (pengalaman) berhubungan dengan birokrasi dan perwakilan rakyat aka d.p.r.d -__-”. Not a good one actually, tapi lumayan lah ngebuat makin semangat belajar supaya bisa membangun Indonesia lebih baik! yeaaah!! :D

3. Persiapan beasiswa. Yep, tujuan utama setelah lulus nih! harus dikerjain bener2. Makin ngerti juga kalo panggilan Tuhan n visi-Nya itu pasti tergenapi (yaiyalah,., -__-”). Mikirnya bukan lagi kerjakan bagianku yang terbaik, tapi nyiapin bagianku bersama2 dengan Dia, well, He is my strength! hihi..
Bulan2 ke depan ini prediksinya bakal banyak berurusan dengan kebeasiswaan nampaknya. Persiapan mental, bahasa, proposal riset, dll dkk etc lah. Tapi ya semuanya balik lagi lah, yuk punya waktu2 berkualitas n mencari kehendak Tuhan. Klo di Matius sih, carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, mak semuanya akan ditambahkan kepadamu. Satu tekad aja sih, Tuhan sumber kuatku! prepare prepare prepare yuuukkk.. *duh, apa kabar sm les nihongo gue nih? belum dipanggil2 masuk kelas lagiii.

4. Persiapan untuk 9 bulan ke depan. So, bila Tuhan berkenan, saya baru akan berangkat kuliah lagi uh taun depan. Nah sedangkan kontrak saya beres 30 Juni kan? Hmm, jadinya berdoa lagi dah sama si Bos, cemananya ke depannya? hehe..
Puji Tuhan, pelan2 dibukakan, pelan2 begitu mempesona (hahhaa.., apa sih ). Sedang menunggu kepastian juga sih, kemungkinan bakal ikut suatu program “pengembangan diri” selama 2 bulan. Trus, puji Tuhan dapat proyek lagiii, dan berhubungan banget sama tema proposal riset saya :D . Trus kerjanya katanya banyak di rumah, n paling jalan2 ke site 3 harian (well, tp sebenarnya siteny di 15 provinsi, jadiiiii.. *_*). Tapi tetep aja, senang euy. JalanNya Tuhan tuh jalan keselamatan, jalan kasih karunia banget! Mana saya tahu bakal beroleh seperti ini, bisa bekerja sambil belajar, mengerjakan hal yang disukai!
Belum jelas juga sih sebenarnya, sampai bener2 dikontrak dan ngisi form untuk ngikutin pelatihan. Tapi, yowis, mari berserah total sama Dia. I’m on His plan.

5. Menikmati persekutuan bersama teman2 di Bandung. Kadang mikir juga, kok masih di Bandung aja ya? apa karena saya yang ga mau keluar dari zona nyaman? atau sebenernya Tuhan yang mau ngajarin sesuatu lebih lagi di Bandung?
dan saya memilih percaya jawaban kedua. Saya yakin banget, Tuhan punya rencana dengan membuat saya stay di Bandung sekitar setahun-an setelah saya lulus. Sekarang sedikit demi sedikit berusaha untuk memahaminya :D
Nah, salah satunya adalah membimbing adik2 rohani saya. Mereka yang galau2 ini, perlu kakak yang ga galau (huahahaha) untuk membuat mereka stabil lagi :) ). Semoga kehadiran saya bisa ngebuat mereka lebih bisa berbagi dan bergumul bersama2 untuk setiap masalah yang dihadapi dan tentunya bertumbuh bersama2 :)
Selebihnya sebenarnya masih banyak, cuma belum kelihatan ujungnya euy. Lain kali saya akan mengupdate blog ini dengan “jawaban mengapa saya extended tinggal di Bandung” :)

Okeh, sekian lah, blog (aka Jurnal) ini, semoga diberkati, haha..

tuhhh kaaaan, kemalasan emang ga ada gunanya dan harus dibasmi! buktinya awalnya bilang males, tapi karena terus dikerjain, jadinya tulisan segambreng gini! wedew :D

be blessed!

SoliDeoGloria

Found! My Hobby :D

Judul provokatif dan pasti ngebuat orang yang ngebaca bertanya2 dalam hati “jadi selama ini baru tahu hobby lo apaan ren?” “jadi selama ini lo sukanya apa dong” dll etc lah pasti, haha..

So teman2, mau nyeritain aja, ternyata saya yang selama ini menganggap semua hal yang bisa dan biasa saya lakukan adalah hal yang biasa2 saja. Makanya suka bingung klo ditanya hobinya apaan, paling ngasih jawaban ter-STD sedunia : baca (liat kacamatanya doongg, haha). Eits, jangan salah, saya make kacamata bener2 pas kuliahan sampe skrg aja loh, dimulai dr minus 0,5 sampe skrg (nampaknya) jadi minus 3. Well, ini mah cerita lain lagi.

Btt, sooo akhirnya di suatu saat ga ngapa2in, saya akhirnya membaca buku n ditemanin dengerin musik dr lappie saya si tobi2 yang oke punya suaranya. Muantap pisan lah! I feel heaven lah! (cuma konotasi, pastinya heaven jauh lebih indah-red). Trus tah kenapa saya jd mikir2 juga, teringat sm hobi. Kata orang hobi adalah sesuatu yang kamu sukai dan kamu lakukan di waktu luangmu. Well, berarti saya dapat jawabannya dong! ini hal yang saya paling sukai dan nikmati! (sambil teriak2 dalam hati “eureka!” cem si archimedes nemuin ilmu fisika yang tah saya lupa namanya, yang dia temuin pas nyebur di bathtub nya dia itu looh, haha)

So, I’m proudly present my true hobby :D

Pasti mikirnya, kok aneh bgt sih! ya iyalah, secara mgkn itu dasar org plegma kali ya? sangat merasa semua hal di dunia dalah datar2 dan sama2 saja, haha..

so, jelas dong kenapa saya jadi senang waktu tau hobi saya? :D

Oke deh, cheers to all. Semoga yang ngebaca pun tau apa yang dia inginkan dalam hidup, hehe..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.